KPU Tanah Laut Melantik 55 Orang PPK Untuk Pilbup Tanah Laut Tahun 2018
30 Oktober 2017, 16:08:40

Sarankan

Pelaihari - KPU Kabupaten Tanah Laut melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah kepada Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut Tahun 2018, pada Senin (30/10), pukul 10.00 WITA, di Duta Hotel Pelaihari.

Sebanyak 55 orang anggota PPK yang mengikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah berasal dari 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Bati-Bati, Tambang Ulang, Kurau, Bumi Makmur, Panyipatan, Takisung, Batu Ampar, Jorong dan kintap.

Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah ini juga dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Laut, FORKOPIMDA, dan Camat se-Kabupaten Tanah Laut.

Ketua KPU Tanah Laut, Kamaruzzaman, mengatakan bahwa anggota PPK yang telah dilantik agar bekerja berdasarkan arahan dari KPU, karena PPK merupakan perpanjangan tangan atau perwakilan KPU di setiap kecamatan.

"Bapak dan Ibu sudah disumpah dan berjanji untuk menjalankan tugas dengan baik, jadi jangan sampai melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Kamaruzzaman.

Ia berharap, PPK dapat bekerja dan menjalankan tugasnya dengan profesional untuk mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanah laut Tahun 2018.

Bupati Tanah Laut, Bambang Alamsyah, dalam kata sambutannya mengucapkan selamat kepada semua anggota PPK karena telah resmi dilantik.

Ia berpesan supaya anggota PPK bisa menjaga kekompakan karena tugas PPK kedepannya sangat lah berat.

"PPK tentu harus turun langsung ke lapangan atau ke desa-desa dan ini harus meluangkan banyak waktu. Untuk itu, jangan lupa minta pengertian kepada keluarga di rumah," katanya.

Bambang Alamsyah berharap kepada semua pihak untuk bisa menjaga suasana politik dan keamanan di Kabupaten Tanah Laut agar tetap kondusif.

"Kita sudah sering melakukan Pilkada dan selalu berjalan dengan aman dan damai. Jadikan lah momen ini sebagai bagian dari demokrasi untuk kemajuan kabupaten kedepannya. Jangan menggunakannya untuk melakukan perpecahan di masyarakat," ujarnya. (bs)